Perubahan Nama Klub Berpotensi Cederai Sporting Merit dan Integritas Kompetisi

12 Juni 2021, 21:17 WIB
Penulis: Adif Setiyoko
Editor: Taufan Bara Mukti
Logo PSSI.
Logo PSSI. /PSSI

  • Sejumlah selebritas yang mengakuisisi klub menjadi dinamika baru di dunia sepak bola Indonesia.
  • Jual-beli klub yang terjadi turut diiringi dengan perubahan nama klub semestinya mendapat respons serius dari PSSI.
  • Sebab, harus ada regulasi khusus yang mengatur perubahan nama dan struktur klub agar tak mencederai sporting merit dan integritas sepak bola.

SKOR.id – Perubahan nama klub di sepak bola Indonesia memang bukan fenomena baru.

Meningkatnya intensitas fenomena tersebut akhir-akhir ini menandakan bahwa dinamika sepak bola di tanah air yang butuh respons, utamanya terkait dengan regulasi.

Sebelumnya, fenomena ini ditandai dengan munculnya sejumlah selebritas Tanah Air yang mulai turun gelanggang untuk mengakuisisi klub sepak bola.

Beberapa di antaranya pun turut diiringi dengan perubahan nama klub.

Seperti, misalnya, Raffi Ahmad yang mengakuisisi Cilegon United FC dan mengubahnya menjadi Rans Cilegon FC.

Lalu, YouTuber tersohor, Atta Halilintar, juga tak ingin ketinggalan. Ia mengubah nama PSG Pati menjadi AHHA PS Pati.

Klub yang disebut terakhir belakangan menuai sorotan dari publik.

Sebab, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, sempat tak mengakui perubahan nama yang terakhir.

 

Pasalnya, klub promosi Liga 2 yang awalnya bernama Putra Sinar Giri (PSG) Gresik ini baru saja bertransformasi nama menjadi Putra Safin Group (PSG) Pati.

Perubahan ini terjadi setelah Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin, mengakuisisi saham klub Putra Sinar Giri dan memboyong klub tersebut ke Pati.

Pada Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Jakarta, Sabtu (29/5/2021) perubahan nama ini pun telah disahkan oleh pihak federasi.

Dari hasil kongres itulah, Yunus Nusi menyebut bahwa PSSI hanya mengakui perubahan Putra Sinar Giri menjadi Putra Safin Grup.

Artinya, Yunus berpegang pada Kongres PSSI lalu dan tak mengakui perubahan nama Putra Safin Group menjadi AHHA PS Pati.

Namun, hari ini, Sabtu (11/6/2021), mantan Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur itu seolah mengoreksi pernyataannya sendiri.

Melalui laman resmi federasi, Yunus menjelaskan bahwa PSSI akan mempertimbangkan perubahan nama klub berjulukan Laskar Kembang Joyo itu menjadi AHHA PS Pati.

Dia mengatakan, permohonan perubahan nama itu akan diteruskan kepada Ketua Umum PSSI dan seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco).

"Beberapa alasan logis telah dijelaskan melalui surat tersebut. kami sangat memahami serta memaklumi terkait perubahan nama dari PSG Pati menjadi AHHA PSG Pati," kata Yunus Nusi, dikutip dari laman resmi PSSI.

Yunus menjelaskan, pihak federasi akan memberikan pertimbangan khusus atas perubahan nama tersebut.

Sebab, aspek ini dianggap berkaitan dengan kepentingan komersial dan kelangsungan tim selama tampil di kompetisi Liga 2 2021.

Pentingnya Regulasi soal Perubahan Nama

Atta Halilintar memperkenalkan klubnya, Ahha PS Pati FC, melalui unggahan di akun Instagramnya, Jumat (4/6/2021).
Atta Halilintar memperkenalkan klubnya, Ahha PS Pati FC, melalui unggahan di akun Instagramnya, Jumat (4/6/2021). Dok Instagram Atta Halilintar

Melihat fenomena perubahan nama klub yang jamak terjadi belakangan ini, PSSI semestinya mulai mempertimbangkan regulasi baru untuk mengatur hal tersebut.

Sebab, jika merujuk pada Pasal 17 Statuta PSSI 2019 tentang Kewajiban Anggota PSSI, tidak ada aturan yang secara spesifik mengatur perubahan nama yang disahkan lewat Kongres.

Pada ayat f dijelaskan bahwa, “Perubahan nama, domisili dan/atau kepemilikan Badan Hukum sebuah Klub harus disahkan oleh Komite Eksekutif setelah melalui mekanisme dan proses kajian yang akan ditetapkan kemudian di dalam Keputusan, Regulasi dan Instruksi atau Edaran yang dikeluarkan oleh PSSI.”

Hal di atas menegaskan bahwa tak ada ketentuan secara spesifik yang mengharuskan perubahan nama klub disahkan melalui Kongres PSSI.

Sebab, perubahan nama klub hanya sebatas membutuhkan pengesahan dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Menurut mantan Kepala Departemen Lisensi Klub PSSI, Tigorshalom Boboy, dibutuhkan aturan khusus mengenai status klub untuk menciptakan kepastian regulasi.

Tigor turut membenarkan bahwa perubahan nama klub tak perlu dilakukan lewat kongres, melainkan cukup dengan pengesahan Exco PSSI.

PSSI perlu segera merapikan aturan tentang status klub, termasuk perubahan nama, domisili, badan hukum,” kata Tigor saat dihubungi Skor.id, Sabtu (11/6/2021).

“Karena tidak ada aturan turunannya, maka yang berlaku sebagaimana diatur oleh Statuta PSSI,” ia melanjutkan.

Menurut Tigor, hal ini adalah salah satu upaya PSSI untuk merespons dinamika dunia sepak bola Indonesia.

Sebab, dinamika semacam ini, termasuk perubahan nama klub, harus diiringi dengan perubahan di sektor legal.

“Ini adalah salah satu pekerjaan rumah yang mesti segera dibereskan. Harus dibuat aturan yang jelas, jadi tak ada penafsiran yang berbeda,” ujarnya. 

Perubahan Nama dan Potensi Pelanggaran Sporting Merit

Manajemen PSS Sleman, PT Putra Sleman Sembada, menggelar kursus bersama Tigor Shalomboboy sebagai konsultan untuk meraih AFC Club Licensing atau Lisensi Klub AFC di tahun 2021.
Manajemen PSS Sleman, PT Putra Sleman Sembada, menggelar kursus bersama Tigor Shalomboboy sebagai konsultan untuk meraih AFC Club Licensing atau Lisensi Klub AFC di tahun 2021. DOK PSS Sleman

Selanjutnya, Tigor turut menyinggung perubahan nama klub yang bisa melanggar aspek sporting merit dalam sepak bola.

Apabila merujuk pada aturan AFC dan UEFA, perubahan nama klub tidak bisa serta merta dilakukan dalam tempo waktu yang cepat.

Tigor yang sudah akrab dengan regulasi mengenai Club Licensing pun menyebut perubahan ini bakal berpengaruh pada proses pemerolehan lisensi klub profesional.

“AFC dan UEFA sudah punya aturan. Kalau ada perubahan nama dan struktur klub, harus menunggu dalam waktu tertentu,” katanya.

“Hal ini dilakukan agar klub yang bersangkutan bisa ikut berkompetisi. Aspek ini juga masuk dalam aturan Club Licensing,” ia melanjutkan.

Jika aspek sporting merit dan integritas dalam dunia sepak bola semacam ini diabaikan, Tigor khawatir akan ada klub-klub siluman yang tak mau melewati proses resmi untuk berkompetisi.

“Aspek sporting merit dan integritas harus diperhatikan. Jika tidak, nanti tiba-tiba ada klub atau orang yang berambisi untuk naik kasta, tanpa berkompetisi yang sesuai dengan kaidah kompetisi itu sendiri,” ujarnya.

Sporting merit semacam ini sudah diatur secara jelas oleh AFC lewat Pasal 7 mengenai Prinsip dalam Promosi dan Degradasi.

Dalam ayat satu, diterangkan bahwa hak sebuah klub untuk berpartisipasi dalam kompetisi harus tergantung pada prestasi olahraga.

Sebuah klub harus memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam kompetisi domestik dengan tetap berada di divisi tertentu atau dengan dipromosikan atau diturunkan ke divisi lain pada akhir musim.

Pun demikian, untuk berkompetisi di kasta tertinggi, sebuah klub harus merintis dari level yang lebih rendah.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita PSSI Lainnya:

Ketua Umum PSSI Apresiasi Persaingan Ketat pada Seleksi Pemain Timnas U-16 Indonesia

PSSI Pertimbangkan Perubahan Nama PSG Pati

PSSI Tunggu Laporan Shin Tae-yong terkait Perkembangan Timnas Indonesia

  • Sumber: Skor.id
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Liga 1

    Sabtu, 29 Mei 2021

    Bhayangkara FC dan Tira Persikabo Tidak Jadi Ubah Nama

    PSSI memastikan Bhayangkara FC dan Tira Persikabo tidak jadi mengubah nama klub.

    Liga 2

    Sabtu, 29 Mei 2021

    COO Rans Cilegon FC Sambut Positif Pengesahan Nama Tim di Kongres PSSI

    Kongres Biasa PSSI di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021) mengesahkan sejumlah pergantian nama klub peserta Liga 2 dan Liga 3.

    Liga 1

    Minggu, 30 Mei 2021

    Kongres Tahunan PSSI 2021 Pastikan Tak Ada Klub Liga 1 yang Berganti Nama

    Sejumlah klub Liga 1 yang berencana akan mengubah nama mereka belum terwujud pada Kongres Tahunan PSSI 2021.

    Terbaru

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    Persib Harus Segera Latihan Bersama Lagi, Ini Waktu yang Diupayakan

    Manajemen Persib Bandung menyambut baik rencana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggulirkan Liga 1 per 20 Agustus mendatang.

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    Bali United Kantongi Kandidat Pengganti Diego Assis, Stefano Cugurra Tebar Asa

    Pelatih Bali United, Stefano Cugurra menyatakan bahwa timnya telah memiliki kandidat pemain yang akan menggantikan Diego Assis.

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    Soal Rekrutan Anyar Borneo FC pada Musim 2021, Bek Uzbekistan Angkat Suara

    Kapten tim Borneo FC, Javlon Guseynov buka suara soal rekrutan anyar tim yang dibelanya untuk menyongsong Liga 1 2021-2022.

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    Lirik Lagu Klub Liga 1: Sampai Kau Bisa - Anthem PS Sleman

    Pengalaman menyaksikan laga kandang PS Sleman selalu menyenanngkan terlebih saat dinyanyikan lagu berjudul Sampai Kau Bisa

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    Resmi, Brian Ferreira Tinggalkan Persela Tanpa Catatan Menit Bermain

    Pemain asing asal Argentina, Brian Ferreira memutuskan untuk meninggalkan Persela setelah turun kepastian Liga 1 2021-2022.

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    Presiden Persiraja Pastikan Satu Hal saat Ngopi Bareng Para Pemain Asing

    Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam mengajak empat pemain asing Laskar Rencong minum kopi bersama, Rabu (5/8/2021).

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    Madura United Bicara Dampak PPKM ke Klub Liga 1 dan Asa Dispensasi dari PT LIB

    Jelang kick-off Liga 1 2021-2022, pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, punya permintaan khusus kepada PT LIB.

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    Kapten Borneo FC Merasa Campur Aduk Nantikan Start Liga 1 2021-2022

    Kapten Borneo FC, Javlon Guseynov mengungkapkan perasaannya jelang sepak mula Liga 1 2021-2022 pada 20 Agustus mendatang.

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    PODCAST: Setelah Mandek Lebih dari Setahun, Liga 1 2021-2022 Bakal Bergulir 20 Agustus

    Penantian panjang hampir berakhir, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1 2021-2022 bakal segera bergulir.

    Liga 1

    Kamis, 5 Agustus 2021

    Akhiri Latihan Mandiri, Pelatih PSM Makassar Gerak Cepat Menuju Start Liga 1

    Pelatih PSM Makassar, Milomir Seslija, langsung bergerak cepat setelah mendengar kabar bahwa Liga 1 2021-2022 .

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X