Lelucon Marah Halim 1974, Baku Pukul PSMS vs Persebaya dan 25 Gol Penalti

22 November 2020, 18:09 WIB
Penulis: Abdul Susila
Editor: Abdul Susila
Ilustrasi Memori Kompetisi PSSI Perserikatan yang berlangsung pada era 1950 hingga 1994. /Iis Harianto Sabir/Grafis/Skor.id

SKOR.id - Piala Marah Halim 1974 menjadi kredo tersendiri dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Piala ini pernah begitu bergengsi, tapi pernah pula memalukan. 

Turnamen yang diadakan Gubernur Sumatera Utara, Marah Halim Harahap, sejak 1972 itu bahkan sempat dicatat FIFA sebagai agenda pramusim resmi. 

Setelah sukses pada gelaran edisi 1972 dan 1973, Piala Marah Halim 1974 malah jadi lelucon. Pasalnya, banyak kejadian yang membuat publik mengelus dada.

Kejuaraan edisi ketiga ini diikuti 12 tim, yang terdiri dari enam tim Perserikatan: PSMS Medan, Persebaya, Persipura, Persiraja Banda Aceh, Persib, dan PSM Ujung Pandang. 

Enam tim lainnya adalah timnas Jepang, timnas Korea Selatan, timnas Thailand, timnas Singapura, timnas Vietnam Selatan, dan timnas Kamboja. 

Ajang yang berlangsung pada Maret-April 1974 ini dibagi ke dalam tiga grup. Grup A diisi PSMS, Vietnam, Persib, dan Singapura. 

Grup B diisi Persebaya, Thailand, Korea Selatan, dan Persipura, sedangkan Grup C dihuni Jepang, PSM, Persiraja, dan Khmer atau Kamboja. 

Pada fase grup ini, tanda-tanda adanya kelucuan mulai tampak. Itu terjadi saat pemain Thailand dan Korea Selatan baku hantam saat pertandingan. 

Namun, kisah pada fase pembukaan ini dianggap wajar. Tanda kedua, dan ini jadi pemberitaan besar saat itu, adalah keributan pemain PSMS vs Persebaya

Dalam pertandingan fase kedua, setelah babak grup, enam tim dibagi dalam dua gup. Grup A atau disebut Grup X, diisi Jepang, Thailand, dan Vietnam. 

Sedangkan Grup B atau Grup Y, dihuni PSMS, Persebaya, dan PSM. Pada pertemuan grup Y antara PSMS vs Persebaya inilah muncul keributan. 

Kejadian itu bermula dari aksi Didiek, kiper Persebaya, yang meninju Tumsila, saat mengamankan bola yang luput dari jangkauannnya.

Tumsila, Legenda PSMS dan timnas Indonesia yang pernah membobol gawang klub Liga Inggris, Stoke City.
Tumsila, Legenda PSMS dan timnas Indonesia yang pernah membobol gawang klub Liga Inggris, Stoke City. (Instagram/PSSI)

Seperti diwartakan Majalah Tempo edisi 27 April 1974, hal tersebut membuat Tumsila memukul balik Didiek, yang lantas diikuti Jacob Sihasale

Belum cukup sampai di situ. Kisah memalukan sesungguhnya terjadi dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga, antara PSM melawan Thailand

Pertandingan ini berlangsung ketat selama 90 menit dengan hasil akhir 1-1. Karena skor imbang, babak tambahan 2x15 harus dijalankan. 

Masalahnya, kedua tim sudah sama-sama lelah. Keduanya sama-sama tak ingin bertanding. Mereka meminta penentu kemenangan dilakukan lewat undian. 

Namun, Organizing Committee Piala Marah Halim 1974, Kamaruddin Panggabean, tak menyetujui. Pasalnya, regulasi pertandingan telah disepakati. 

Reproduksi foto Jacob Sihasale saat membela timnas Indonesia sebagaimana dimuat Majalah Tempo. Pada era 1960-an Jacob adalah andalan lini depan timnas Indonesia bersama Soetjipto Soentoro.
Reproduksi foto Jacob Sihasale saat membela timnas Indonesia sebagaimana dimuat Majalah Tempo. Pada era 1960-an Jacob adalah andalan lini depan timnas Indonesia bersama Soetjipto Soentoro. (Majalah Tempo/Sumber)

Dengan beragam drama yang terjadi, termasuk ancam-mengancam antara Kamaruddin dengan perwakilan PSM dan Thailand, pertandingan dilanjutkan. 

Walau dilanjutkan, nyatanya kedua tim sudah setengah hati. Kedua tim seperti sama-sama ingin membuat lelucon dengan main asal dan berguling-guling pura-pura cedera. 

Babak tambahan ini pun berakhir dengan skor kacamata. Laga dilanjutkan dengan penalti. Namun, lagi-lagi lelucon diperlihatkan kedua belah tim. 

Baik dari Juku Eja, sebutan PSM, maupun Thailand, sama-sama tak niat. Banyak tendangan yang melayang. Penonton dari tribune Stadion Teladan pun mengoloknya. 

Pada akhirnya pertandingan tetap usai. Yang menarik, skor yang tercipta dalam adu penalti itu 13-12, untuk kemenangan PSM. Ada 25 gol lewat penalti. 

“Kalian (PSM dan Thailand) saya undang kemari, tapi kalian datang untuk menghina saya dan Gubernur Marah Halim," kata Kamaruddin Panggabean.

"Sungguh sayang, kalian bangsaku sendiri mau diajak oleh bangsa lain untuk menghina bangsamu sendiri," Kamaruddin menambahkan, dengan kesal.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Baca Juga Berita Liga Indonesia Lainnya: 

10 Titel Sponsor Kasta Teratas Liga Indonesia dari 1994 sampai 2020

Memori Liga Indonesia Musim Pertama, Peliknya Pendaftaran dan Transfer Pemain

Liga Indonesia Edisi Pertama Ternyata Terapkan Golden Goal 

 

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Nasional

Selasa, 22 September 2020

10 Klub Tersubur Liga Indonesia (1994-2020), Mencapai 1000 Gol

Klub dari Indonesia bagian timur merajai dan ada tiga klub era Galatama yang tercatat mengoleksi lebih dari 450 gol.

Liga 1

Minggu, 11 Oktober 2020

Vieira: Liga Indonesia Lebih Cepat Ketimbang Thailand, Tapi Kualitas Pemain Beda

Mantan pemain asing Barito Putera, Artur Vieira, mengaku bahwa permainan sepak bola di Liga Indonesia lebih cepat dibandingkan Thailand.

Liga 1

Rabu, 21 Oktober 2020

Kiprah 8 Pelatih Persib Asal Eropa pada Era Liga Indonesia

Berikut ulasan Skor.id mengenai kiprah pelatih Persib asal Eropa di era Liga Indonesia.

Bola Nasional

Kamis, 12 November 2020

Denda Kartu Merah di Liga Indonesia Musim Pertama Tak Sampai Sejuta Rupiah

Setiap pemain penerima kartu merah pada Liga Indonesia edisi pertama didenda membayar Rp750 ribu.

Terbaru

Liga 1

Selasa, 1 Desember 2020

Manajemen Persib Sudah Siapkan Proposal Lelang Alih Kelola Stadion GBLA

Manajemen Persib belum mendapatkan kabar soal rencana proses lelang alih kelola Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Liga 1

Selasa, 1 Desember 2020

Persija Jakarta Resmi Pinjamkan Ryuji Utomo ke Penang FC

Presiden Persija mengkonfirmasi kepindahan Ryuji Utomo ke klub Malaysia, Penang FC.

Liga 1

Selasa, 1 Desember 2020

Terkait Piala Dunia U-20 2021, Persib Harap-harap Cemas

Persib Bandung khawatir jika Liga 1 2020 digelar bersamaan dengan Piala Dunia U-20 2021.

Liga 1

Selasa, 1 Desember 2020

Format Liga 1 Tak Berubah, Persib Bersuara dan Menilai Tidak Diuntungkan

Keputusan PT LIB untuk melanjutkan Liga 1 2020 dengan format yang sama tak membuat Persib Bandung merasa diuntungkan.

Liga 1

Selasa, 1 Desember 2020

Jalani Pemulihan Pascacedera, Kondisi Bek Bali United Kian Membaik

Kondisi bek kanan Bali United, Made Andhika Wijaya, kian membaik setelah sempat mengalami cedera beberapa waktu lalu.

Liga 1

Selasa, 1 Desember 2020

Diwarnai Banyak Pemain Muda, Rata-rata Usia Pemain Arema FC Hanya 25 Tahun

Skuad Arema FC musim ini menyajikan fakta menarik. Rata-rata usia pemain di tim berjulukan Singo Edan itu adalah 25 tahun

Liga 1

Selasa, 1 Desember 2020

Bek Bali United Ini Bangun Rumah Baru di Tengah Pemulihan Cedera

Kondisi bek Bali United, I Made Andhika Wijaya, mulai membaik setelah sempat mengalami cedera saat menjalani sesi latihan gim internal.

Liga 1

Senin, 30 November 2020

Kandang PSM, Stadion Mattoanging, Akan Sesuai Standar FIFA

Kabar baik menghampiri kubu PSM Makassar terkait dengan Stadion Mattoanging (sebagian menyebut Mattoangin atau Stadion Andi Mattalatta).

Liga 1

Senin, 30 November 2020

Gelandang Persib Nilai Toni Kroos Istimewa

Dedi Kusnandar menilai Toni Kroos adalah gelandang terbaik di Eropa saat ini.

Liga 1

Senin, 30 November 2020

Kiper Persib Bicara Pengaruh Zlatan Ibrahimovic di AC Milan

Kiper Persib, I Made Wirawan, menyukai empat klub di Eropa. Rinciannya, dua klub dari Italia dan dua klub lagi berasal dari Inggris.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X