Empat Gelar Juara Persib Tak Lepas dari "Intervensi Taktik" Ateng Wahyudi

14 Juli 2020, 17:44 WIB
Penulis: Dani Wihara
Editor: Abdul Susila
Robby Darwis, mantan bek Persib dan timnas Indonesia, memegang piala Perserikatan 1986 yang ia raih bersama Persib.
Robby Darwis, mantan bek Persib dan timnas Indonesia, memegang piala Perserikatan 1986 yang ia raih bersama Persib. /Dok. Robby Darwis

SKOR.id - Waktu 20 tahun dihabiskan Robby Darwis bersama Persib Bandung. Empat trofi kompetisi, Perserikatan dan Liga Indonesia, ia persembahkan.

Robby pun jadi satu-satunya wakil Persib di timnas Indobesia pada era 80-90-an. Konsistensi membuatnya meraih dua medali emas SEA Games, 1987 dan 1991.

"Puas? Enggak lah. Mana ada sih pesepak bola yang merasa puas dengan pencapaian hasilnya?" kata Robby Darwis saat berbincang dengan Skor.id.

"Cuma, saya selalu mensyukuri apa yang sudah saya terima selama ini dari sepak bola. Karena tidak semua pesepak bola bisa meraih apa yang diinginkannya," kata Robby.

Robby melegenda bersama Maung Bandung, julukan Persib, berkat bakat besarnya yang ditemukan Marek Janota saat berlatih di kawasan Lembang.

Fosturnya yang menjulang, menggoda Marek Janota. Pelatih ini langsung rekomendasikan Robby ke Manajemen Persib dengan perasaan semringah.

"Marek (Janota) bilang fostur saya tinggi dan dia sangat butuh pemain berpostur jangkung untuk diplot sebagai bek sentral dan gelandang," Robby menceritakan.

Sejak itu, dia jadi bagian Pangeran Biru, julukan lain Persib. Gelar pertamanya diraih pada Perserikatan 1986, usai mengalahkan Perseman Manokwari.

Pada era 90-an, ketika pemain top Persib mundur karena faktor usia, Robby langsung menjadi bintang dan figur sentral tim.

Maklum, pada era tersebut ia menjadi kapten tim. Robby juga tiga kali berdiri di podium juara dan menerima trofi dari Presiden Indonesia, Soeharto.

Skuad Persib Bandung pada musim 1991-1992 di era Perserikatan. Tampak kakak-adik Robby (kedua dari kiri) dan Roy Darwis (kedua dari kanan) di barisan paling belakang.
Skuad Persib Bandung pada musim 1991-1992 di era Perserikatan. Tampak kakak-adik Robby (kedua dari kiri) dan Roy Darwis (kedua dari kanan) di barisan paling belakang. (Twitter/Museum Persib)

Robby mengantar Persib menjuarai Perserikatan musim 1989-1990, lantas juara Perserikatan musim terakhir, 1993-94 dan juara Liga Indonesia edisi perdana, 1994-1995.

"Peran pelatih dan pemain lainnya pasti sangat besar dalam pencapaian prestasi tersebut. Karena kami selalu bersama seperti keluarga," ucap Robby.

Robby menambahkan, ada sosok di balik layar atas sukses Persib. Sosok yang dimaksud adalah Walikota Bandung periode 1983-1993, Ateng Wahyudi.

Walikota Bandung yang juga Ketua Umum Persib itu sangat peduli dengan denyut keseharian tim. Ia punya banyak cara menggelorakan prestasi di Tanah Pasundan.

"Intuisi dan perhatian Pak Ateng Wahyudi sangat jempolan. Dia sering datang melihat (langsung) pemain berlatih," ucap Robby.

"Dan beliau tahu bagaimana memperlakukan satu-persatu pemain untuk meningkatkan prestasinya," pemain berjuluk Si Bima ini menambahkan.

Sebagai ilustrasi, cerita Robby, Ateng selalu membawa ikan asin khusus untuk Nana Priatna, agar bisa tampil garang dalam pertandingan.

Sutiono Lamso, yang ketika sangat kurus, sejak didatangkan dari Purwokerto, selalu diberi telur ayam. Hal-hal kecil ini membuat pemain termotivasi.

"Sementara saya selalu diundang ke kantornya. Seminggu dua kali pasti harus datang ke kantornya selepas latihan pagi," Robby bertutur.

Namun, panggilan ke kantor itu bukan untuk diberi uang saku tambahan, tidak juga dibekali makanan enak untuk dibawa pulang.

"Tapi diajak diskusi Persib. Dia membuat skema pemain sesuai formasi tim dan meminta pendapat saya, nyaman tidak dengan komposisi buatannya," ucap Robby.

Robby umumnya menyetujui karena komposisi yang dibuat Ateng Wahyudi tidak jauh berbeda dengan pilihan Indra Thohir, pelatih Persib saat itu.

Robby Darwis, bek Persib, berpose dengan seragam timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjelang SEA Games 1989 di Malaysia.
Robby Darwis, bek Persib, berpose dengan seragam timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjelang SEA Games 1989 di Malaysia. (Dok. Robby Darwis)

Karenanya Robby tidak menyebut hal tersebut sebagai bentuk intervensi Ateng ke dalam internal tim karena menjabat sebagai walikota sekaligus manajer tim.

"Karena intuisi Pak Ateng sangat tajam. Bahkan, ketika kami kalah di luar kandang, dia melarang kami pulang ke Bandung," Robby mengisahkan.

Ateng menyakini, berada di pengasingan bagus untuk pulihkan mentalitas pemain agar bangkit dalam laga berikurnya. Benar saja, Persib makin kompetitif.

"Kami menang terus dan bisa bikin bobotoh senang. Itu yang membuat saya tidak bisa lupakan pak Ateng Wahyudi dalam membangkitkan prestasi Persib," Robby memungkasi.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Baca Juga Berita Persib Lainnya: 

Jika Liga 3 Gagal Digelar, Pemain Muda Persib, Ilham Qolba Fokus di PON Jabar

Hari Ini Sembilan Tahun Lalu, Persib Dibuat Siswanto Kebakaran Jenggot

Deretan Pemain Asing Muslim dan Mualaf Saat Membela Persib

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Nasional

Jumat, 17 April 2020

Kisah "Gol Balik Bandung" Robby Darwis saat Persib Juara Perserikatan 1986

Robby Darwis, legenda hidup Persib dan timnas Indonesia, menceritakan momen paling manis dalam karier sepak bolanya.

Bola Nasional

Minggu, 19 April 2020

Robby Darwis Mengenang Konspirasi Malaysia untuk Jegal Timnas Indonesia

Robby Darwis adalah salah satu legenda Persib dengan sejumlah gelar nasional dan regional.

Bola Nasional

Jumat, 8 Mei 2020

Ateng Wahyudi: Penyebab Persib Era 1990 Selalu TC di Subang

Kota Subang kerap menjadi lokasi training center (TC) Persib era Perserikatan.

Liga 1

Kamis, 9 Juli 2020

Susunan Tim Terbaik Persib Bandung Versi Robby Darwis

Robby Darwis memilih enam pemain yang bersamanya menyumbangkan trofi juara ketika membuat tim terbaik Persib Bandung versi dirinya.

Terbaru

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

Ferry Paulus Ungkap Sosok Rohit Chand yang Sangat Mencintai Persija

Ferry Paulus, Direktur Persija Jakarta, mengungkap sosok yang ada di dalam diri Rohit Chand.

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

Essien Kenang Momen Menari Jaipong Bersama Pemain Persib

Mantan pemain bintang Persib Bandung, Michael Essien, mengenang momen saat menari Jaipong.

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

Tetap Berlatih Saat PPKM Darurat, Bukan Berarti Persebaya Surabaya Jadi Unggulan

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, menampik anggapan timnya diunggulkan karena menggelar latihan saat tim lain libur.

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

Ferry Paulus Ungkap Kapan Pelatih dan Bek Asal Italia Kembali Gabung Persija

Adanya penundaan kick-off Liga 1 2021-2022 dan PPKM Darurat di Jawa-Bali membuat Persija Jakarta meliburkan latihan bersama.

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

#KamiSiapMain, Ikrar Bersama dari Para Pesepak Bola Indonesia

Pada Sabtu (24/7/2021), #KamiSiapMain bergema di dunia maya khususnya via Instagram dari para pesepak bola Indonesia.

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

Komisaris PT LIB: Total Subsidi Tahun Ini Bisa Beli Klub Liga 2

Direktur Persija Jakarta, Ferry Paulus, mengungkapkan PT LIB sudah mencairkan subsidi klub kompetisi Liga 1 2021-2022.

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

APPI Bersama Pemain-pemain Liga 1 Kompak Meminta Kompetisi Segera Bergulir

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyerukan agar kompetisi sepak bola bisa segera digelar.

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

Arema FC Beri Bantuan untuk Relawan Penanganan Covid-19 dan Petugas Pemakaman

Manajemen Arema FC memberikan bantuan untuk relawan yang telah berjuang dalam penanganan pandemi Covid-19.

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

PS Sleman Bantu Pelaku UMKM Terdampak Pandemi Lewat PSS For Humanity

PT Putra Sleman Sembada, perusahaan yang menaungi tim PS Sleman, menggelar kegiatan bertajuk PSS for Humanity.

Liga 1

Sabtu, 24 Juli 2021

Sudah Susun Jadwal Terbaru Liga 1 dan Liga 2, PT LIB Tunggu BNPB

´╗┐PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjelaskan soal rencana terbaru menggulirkan Liga 1 dan Liga 2 musim ini.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X