Edisi Spesial Persipura: Eduard Ivakdalam Ungkap Aroma Religius Kejayaan Mutiara Hitam

17 Agustus 2020, 13:05 WIB
Penulis: Taufani Rahmanda
Editor: Estu Santoso
Eduard Ivakdalam saat masih berseragam Persipura dan skuad Mutiara Hitam bersua PSMS Medan pada semifinal Liga Indonesia 2008-2009 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat pada 6 Februari 2008. /Husni Yamin/Skor.id

  • Persipura Jayapura punya rahasia tersendiri dalam meraih kejayaan pada masa lalu dan itu dibeberkan oleh Eduard Ivakdalam.
  • Eduard Ivakdalam menjelaskan ke Skor.id ada aroma religius yang menjadi rahasia kejayaan Persipura di masa lalu.
  • Sikap kekeluargaan pada tim dan membaur ke masyarakat bahkan juga berlaku kepada para pemain asing Persipura.

SKOR.id - Persipura Jayapura punya rahasia tersendiri dalam meraih kejayaan di masa lalu, hingga menjadi #KebanggaanIndonesia.

Eduard Ivakdalam yang menjadi legenda hidup Persipura karena bagian tim saat berjaya, yang membeberkan rahasia tersebut ke Skor.id.

Persipura memang klub tersukses di Indonesia dengan segala pencapaian yang didapatkan, sejak klub berdiri mulai 25 Mei 1965.

Mutiara Hitam, julukan Persipura, merupakan pengoleksi gelar kompetisi tertinggi di Indonesia (kini bernama Liga 1), yakni lima trofi.

Mereka jadi juara pada musim 2005, 2008-2009, 2010-2011, 2013, dan 2016 (ISC). Selain itu, tiga kali jadi runner-up dirasakan pada 2009-2010, 2011-2012, 2014.

Klub yang bermarkas di Stadion Mandala, Jayapura ini juga menjuarai Indonesia Soccer Championship A 2016.

Ada pula trofi juara Community Shield Indonesia 2009 dan Indonesia Inter Island Cup 2011 plus tiga kali runner-up Piala Indonesia.

Persipura menjadi #KebanggaanIndonesia juga karena kiprahnya pada pentas Asia, dengan segala pencapaiannya pada Piala AFC.

Meski belum pernah juara, mereka mencapai perempat final edisi 2011 dan semifinal untuk musim 2014, yang hingga kini sulit dicapai klub Indonesia lainnya.

Persipura bisa menjadi tim yang tangguh dan berprestasi karena faktor kekeluargaan, serupa yang diungkapkan Eduard Ivakdalam.

"Persipura ini dibangun atas dasar kekeluargaan. Kekeluargaan itu yang membuat kami benar-benar solid dan kuat," kata Eduard Ivakdalam.

"Itu bukan sembarangan. Kekeluargaan paling diutamakan di tim Persipura," lelaki yang akrab disapa Kaka Edu itu menambahkan.

"Siapa saja orang yg bergabung dengan Persipura, maka dia itu adalah keluarga. Kami semua di klub adalah keluarga," ucapnya lagi.

Lebih lanjut, lelaki yang kini melatih tim sepak bola Papua untuk PON 2021 itu menjelaskan ada aroma religius yang jadi rahasia kejayaan Persipura.

"Orang di Persipura juga harus berbaur dengan masyarakat. Sehingga, ada doa restu dari masyarakat yang membuat tim sukses," kata Kaka Edu.

"Jadi dengan bergabung ke tim, orang tidak hanya jadi bagian Persipura, tapi juga berbaur ke masyarakat," ia menambahkan.

Selebrasi juara Persipura Jayapura sebagai pemenang Indonesia Super League 2008—2009 di Stadion Mandala, Jayapura pada 10 Juni 2009.
Selebrasi juara Persipura Jayapura sebagai pemenang Indonesia Super League 2008—2009 di Stadion Mandala, Jayapura pada 10 Juni 2009. Husni Yamin/Skor.id

"Keberhasilan yang diraih Persipura bukan hanya karena usaha dan doa dari orang-orang di tim, tapi juga dari masyarakat," ujar Kaka Edu.

Lelaki berusia 45 tahun itu pun menyebut bahwa pada eranya dahulu, masyarakat sekitar selalu mendoakan Persipura, tak hanya yang sedang menonton.

Karena perbuatan baik orang-orang di klub ke masyarakat, maka masyarakat terus berdoa untuk kejayaan Mutiara Hitam, bahkan saat di pasar.

"Hingga saat ini, hal itu yang saya lihat paling luar biasa. Cara kami bisa sukses dan menjadi tim yang kuat juga harus dijaga," kata Kaka Edu.

Ia pun menilai bahwa apa yang sudah terjadi pada eranya tidak hilang hingga kini dan telah jadi budaya klub, bahka ditiru tim-tim lain di Papua.

"Pemain asing pun sama. Mereka harus beradaptasi dengan kebudayaan yang ada. Dengan apa yang ada di Papua atau Jayapura," ucapnya lagi.

Aksi playmaker Persipura, Eduard Ivakdalam saat skuad Mutiara Hitam menjamu Jeonbuk Hyudai Motors FC dalam ajang Liga Champions Asia 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 14 April 2010.
Aksi playmaker Persipura, Eduard Ivakdalam saat skuad Mutiara Hitam menjamu Jeonbuk Hyudai Motors FC dalam ajang Liga Champions Asia 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 14 April 2010. Husni Yamin/Skor.id

"Mereka tidak bisa pakai kebiasaan seperti pemain asing di luar, tapi harus mengikuti pola hidup yang ada. Mereka membaur dan menjalani kebiasaan di Persipura," ia memungkasi.

Adapun Eduard Ivakdalam telah menjadi bagian dari skuad Mutiara Hitam sejak 1994 hingga 2010.

Ia merupakan pemimpin tim, sebelum akhirnya predikat kapten berpindah ke Boaz Salosa yang bertahan hingga saat ini.

Tulisan ini merupakan bagian dari rangkaian tulisan edisi khusus Persipura untuk #KebanggaanIndonesia yang bertepatan kemerdekaan Indonesia ke-75 tahun.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Edisi Spesial Persipura lainnya:

Edisi Spesial Persipura: Johanis Auri, Black Brothers, dan Tiranisme Soeharto

Edisi Spesial Persipura: Dari Kontiki, 25 Mei 1965, hingga Penguasa Asia

  • Sumber: Skor.id
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Liga 1

    Jumat, 14 Agustus 2020

    Persipura Kembali Menjadi Tim Musafir, Ini Kata Jacksen F Tiago

    Persipura Jayapura memilih Malang sebagai homebase barunya

    Liga 2

    Sabtu, 15 Agustus 2020

    Muba Babel United Rekrut Bek Naturalisasi yang Pernah Membela Persipura

    Muba Babel United tak main-main dengan persaingan Liga 2 2020, yakni dengan datangkan pemain naturalisasi.

    Liga 1

    Minggu, 16 Agustus 2020

    Jelang Latihan Persipura, Jacksen F Tiago Alami Kecelakaan

    Jelang tim Persipura berlatih, sang pelatih, Jacksen F Tiago, mengalami kecelakaan mobil bersama kedua putranya.

    Liga 1

    Minggu, 16 Agustus 2020

    Tertunda Seminggu, Persipura Terbang ke Malang pada 20 Agustus

    Manajemen Persipura Jayapura menunda kedatangan ke Kota Batu (Malang) menjadi tanggal 20 Agustus 2020

    Terbaru

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    Febri Hariyadi dan Geoffrey Castillion Jadi Korban Uji Coba Persib vs Bandung United

    Dua pilar utama Persib Bandung, Febri Hariyadi dan Geoffrey Castillion, menjadi korban laga uji coba kontra Bandung United.

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    Persipura Tak Kaget dengan Perubahan Jadwal Lanjutan Liga 1

    Pelatih kepala Persipura, Jacksen Ferreira Tiago tak terlalu kaget dengan terjadinya sejumlah perubahan jadwal pertandingan Liga 1 2020

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    Geoffrey Castillion Tak Peduli Lawan Pertama Persib Ganti Jadi PSM Makassar

    Geoffrey Castillion tidak peduli jadwal pertandingan Persib berubah, dari Madura United jadi PSM Makassar.

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    Arema FC Dihantam Badai Cedera, Kini Tiga Pemainnya Tumbang

    Hantu cedera kembali mendera Arema FC, tak tanggung-tanggung tiga pemain sekaligus giliran harus menepi tiga hingga 14 hari ke depan.

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    David da Silva Bantah Rumor Kepindahan Dirinya ke Borneo FC

    David da Silva coba ungkap fakta dan menepis rumor kepindahan dirinya dari Persebaya ke Borneo FC.

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    Jadwal Berubah, Arema FC Ganti Program Latihan Tandang Jadi Kandang

    Arema FC mengalami perubahan jadwal laga pertama lanjutan Liga 1 2020

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    Marco Motta Belum Pasti Bertahan di Persija, Manajemen Minta Dukungan The Jakmania

    Manajemen Persija Jakarta berbicara tentang status Marco Motta selaku satu-satunya pemain asing yang belum gabung latihan.

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    Laga Lawan PSS Ditunda, David da Silva Berpeluang Tampil Hadapi Barito Putera

    Dengan ada jeda waktu 10 hari, striker Persebaya David da Silva berpeluang besar diturunkan menghadapi Barito Putera.

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    Jadwal Pekan Pertama Lanjutan Liga 1 2020

    PT LIB resmi mengubah jadwal pekan pertama lanjutan Liga 1 2020.

    Liga 1

    Sabtu, 26 September 2020

    Borneo FC Stop Laga Uji Coba setelah Memakan Korban

    Borneo FC memilih menghentikan aktivitas latihan tanding jelang dilanjutnya Liga 1 2020.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    Sepak Pojok

    X