7 Pemain Asli Singapura di Liga Indonesia dan Galatama

18 Februari 2021, 18:10 WIB
Penulis: Adif Setiyoko
Editor: Estu Santoso
Mantan pelatih Pelita Jaya, Fandi Ahmad saat di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Mantan pelatih Pelita Jaya, Fandi Ahmad saat di Yogyakarta beberapa waktu lalu. /Sri Nugroho/Skor.id

  • Sejumlah pesepak bola asal Singapura dan bukan pemain naturalisasi Negeri Singa pernah ikut meramaikan kompetisi sepak bola di Indonesia.
  • Setidaknya, ada tujuh nama pemain asli Singapura yang pernah berkompetisi di Indonesia mulai dari era Galatama hingga Indonesia Super League (ISL).
  • Bahkan, beberapa nama pemain asal Singapura itu berhasil mencapai kesuksesan di Indonesia.

SKOR.id – Kompetisi sepak bola di Indonesia pernah diramaikan dengan sejumlah pesepak bola asli kelahiran Singapura mulai Galatama sampai Liga Indonesia.

Mereka mulai datang ke Indonesia sejak kompetisi sepak bola semipro pada awal 1980an, bernama Galatama.

Sejak saat itu, pemain-pemain asal Singapura mulai berdatangan. Bahkan, bintang timnas Singapura juga tertarik untuk menjajal kompetisi di Indonesia

Beberapa nama di antaranya berhasil mencatatkan kesuksesan. Sementara itu, beberapa nama lainnya juga tak bernasib baik.

Berikut Skor.id menyajikan kiprah tujuh pemain asli Singapura yang pernah berkarier di Indonesia:

1. David Lee

David Lee adalah salah satu kiper asing yang pernah merasakan iklim kompetitif sepak bola di Indonesia.

Saat berkarier di Indonesia, mantan kiper timnas Singapura itu bermain bersama Niac Mitra di kompetisi Galatama.

Kiper tangguh didatangkan oleh Niac Mitra satu paket dengan kompatriotnya di timnas Singapura, Fandi Ahmad.

Kedatangan Fandi Ahmad dan David Lee ternyata membawa berkah bagi Niac Mitra di musim kompetisi 1982/1983.

Sebab, keduanya sukses membawa tim milik penguasah bioskop, Alexander Wenas, itu menjuarai Galatama.

2. Fandi Ahmad

Fandi Ahmad adalah salah satu legenda hidup sepak bola Singapura. Lelaki yang kini melanjutkan karier sebagai pelatih itu juga memiliki karier cemerlang di Indonesia.

Dia turut meramaikan kompetisi sepak bola di Indonesia yang kala itu masih bernama Galatama.

Salah satu klub yang pernah menggunakan jasa mantan pemain timnas Singapura itu ialah Niac Mitra, yakni pada 1982-1983.

Setelah itu, Fandi Ahmad memutuskan melanjutkan pengembaraannya ke Negeri Kincir Angin bersama FC Groningen.

Sementara itu, saat gantung sepatu dan melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih, ia juga pernah kembali ke Indonesia untuk menakhodai Pelita Jaya selama 2006-2010.

3. Noh Alam Shah

Penyerang legendaris timnas Singapura ini juga pernah beraksi di panggung sepak bola Indonesia selama masih aktif bermain.

Setidaknya, ada tiga klub Indonesia yang pernah menggunakan jasa pemain yang akrab disapa Along ini, yakni Arema Indonesia, PSS Sleman, dan Persib Bandung.

Namun, klub yang disebut terakhir menjadi kesebelasan yang paling merasakan kontribusi top scorer Piala AFF 2007 itu.

Bisa dibilang, Arema menjadi momen-momen puncak karier Along selama berkarier di Indonesia.

Eks-striker Arema Indonesia, Noh Alam Shah (paling depan) mengendarai motor besar jelang timnas Singapura menjamu Uzbekistan pada FIFA Matchday di Stadion Nasional, 15 Oktober 2019.
Eks-striker Arema Indonesia, Noh Alam Shah (paling depan) mengendarai motor besar jelang timnas Singapura menjamu Uzbekistan pada FIFA Matchday di Stadion Nasional, 15 Oktober 2019.

Sebab selama bermain dari 2009 hingga 2012, Along sukses membawa tim berjulukan Singo Edan itu meraih gelar juara Indonesia Super League pada 2009/2010.

4. M Ridhuan

Kiprah gelandang asal Singapura, Muhammad Ridhuan di kompetisi sepak bola Indonesia juga tak kalah bersinar dari Noh Alam Shah.

Jika Noh Alam Shah menjadi tumpuan Arema Indonesia di sektor lini serang, Ridhuan memiliki peran yang berbeda di lini tengah.

Bisa dibilang, kesuksesan pelatih Robert Rene Alberts membawa Arema Indonesia juara ISL 2009/2010 tak terlepas dari peran penting Ridhuan.

Ridhuan yang biasa beroperasi di sektor sayap kiri memang kerap merepotkan barisan pertahanan lawan.

Pemain ini terkenal dengan kecepatan dan aksi atraktif ketika mengolah si kulit bundar.

Tak hanya itu, penyerang Arema juga kerap mendapat servis matang dari pemain berpostur 188 cm tersebut.

Gelandang Arema Indonesia, Muhamad Ridhuan (depan) dikawal bek Persija, Abanda Herman pada laga pemungkas ISL 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.
Gelandang Arema Indonesia, Muhamad Ridhuan (depan) dikawal bek Persija, Abanda Herman pada laga pemungkas ISL 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Setelah sukses bersama Arema, ia juga sempat menjalani masa pinjaman bersama Persisam Putra Samarinda di ISL 2013/2014.

Setelah kembali ke Singapura dan memperkuat beberapa klub, Ridhuan juga sempat kembali memperkuat Borneo FC sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu.

Namun musim 2021, dia kembali dari masa pensiunnya dan membela Tanjong Pagar United dari Liga Singapura atau Singapore Premier League (SPL).

5. Khairul Amri

Mantan penyerang timnas Singapura, Khairul Amri juga pernah merasakan iklim kompetisi sepak bola di Indonesia.

Namun, kiprahnya di Liga Indonesia terbilang kurang bersinar apabila dibandingkan dengan pemain-pemain Singapura lain.

Satu-satunya klub yang pernah diperkuat Khairul Amri ialah Persiba Balikpapan. Saat itu, ia direkrut untuk berduet dengan Aldo Barreto di lini serang.

Selama satu musim memperkuat tim berjulukan Beruang Madu itu, dia mencetak sembilan gol dari total 28 pertandingan yang dijalani.

Penyerang Felda United asal Singapura, Khairul Amri.
Penyerang Felda United asal Singapura, Khairul Amri. INSTAGRAM KHAIRUL AMRI

Raihan itu masih kalah dari pencapaian Aldo Barreto yang mampu membukukan 16 gol untuk Persiba.

Setelah itu, ia memutuskan untuk pulang ke Singapura dan memperkuat klub Lions XII.

6. Shahril Ishak

Eks-gelandang timnas Singapura ini datang dengan reputasi mentereng ketika bergabung dengan Persib Bandung.

Sebelumnya, ia adalah salah satu pemain andalan timnas Singapura dan klub elite Negeri Singa, Home United (kini bernama Lion City Sailors FC) di sektor lini tengah.

Sayangnya, kiprah Shahril bersama Persib Bandung terbilang biasa-biasa saja. Sebab, ia tak bisa mendapatkan kesempatan bermain di posisi aslinya.

Sebagai pemain yang biasa beroperasi di lini tengah, Shahril justru dipasang di sayap kanan atau kiri.

Sebab, saat itu ada kapten tim Eka Ramdani yang selalu menjadi pilihan pelatih Daniel Roekito.

Sebelumnya, ia didatangkan ke Persib karena permintaan khusus dari pelatih Daniel Darko.

Shahril Ishak, pemain Singapura yang pernah berkarier di Liga Indonesia bersama Persib Bandung.
Shahril Ishak, pemain Singapura yang pernah berkarier di Liga Indonesia bersama Persib Bandung. Facebook.com/hougangunited

Sayangnya, Darko dipecat dan Persib menunjuk asistennya, Jovo Cuckovic, sebagai pengganti.

Jovo juga tak mampu membawa Persib meraih performa terbaik. Lalu, manajemen memutuskan mendatangkan Daniel Roekito.

Kedatangan Daniel Roekito juga tak membawa nasib baik untuk Shahril. Sebab, selain tak bisa bermain di posisi asli, Shahril Ishak juga kerap mengisi bangku cadangan.

7. Baihakki Khaizan

Bek senior asal Singapura ini sudah mengembara di sejumlah kompetisi sepak bola Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia.

Mantan bek timnas Singapura itu setidaknya pernah memperkuat sejumlah klub Indonesia seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Medan Chiefs (Liga Primer Indonesia).

Pemain jangkung dengan postur tubuh mencapai 190 cm itu berseragam Persija Jakarta di era ISL 2009-2010.

Setelah hengkang dari Macan Kemayoran, julukan Persija, ia lantas menyeberang menuju klub rival, Persib Bandung.

Kemudian, dia gabung breakaway league Liga Primer Indonesia (LPI) dengan menerima pinangan Medan Chiefs yang berani menyodorkan tawaran gaji tinggi.

Para pemain asli kelahiran Singapura yang memiliki karier di negeri ini sebagai pesepak bola asing untuk klub Galatama dan Liga Indonesia medio 1980an sampai 2000an.
Para pemain asli kelahiran Singapura yang memiliki karier di negeri ini sebagai pesepak bola asing untuk klub Galatama dan Liga Indonesia medio 1980an sampai 2000an. Grafis: Hendy A.S./Skor.id

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Baca juga Berita soal Pemain Asing Liga Indonesia lainnya:

8 Pemain Asing Liga Indonesia asal Australia Seri 3

8 Pemain Asing Liga Indonesia asal Australia Seri 2

8 Pemain Asing Liga Indonesia asal Australia Seri 1

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Internasional

Kamis, 7 Januari 2021

Klub Singapura yang Fan Mereka Berteman dengan Jakmania Punya Ambisi Besar

Hougang United, klub Singapura yang suporternya berteman dengan Jakmania serius berbenah.

Bola Internasional

Minggu, 10 Januari 2021

Peringatan Keras untuk Pemain Singapura yang Jadi Pesepak Bola Asing

Pemain Singapura banyak yang menjadi pesepak bola asing di negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Dunia

Sabtu, 23 Januari 2021

Rekor Baru, Klub Singapura Transfer Gelandang Milik Tim Portugal Senilai 40 Miliar

Lion City Sailors memecahkan rekor biaya transfer Liga Singapura saat mendatangkan gelandang asal Brasil dari Liga Portugal.

Liga 1

Kamis, 4 Februari 2021

Pemain Asing Pertama Persita Ternyata ''Limpahan'' dari Singapura

Persita Tangerang memiliki pemain asing sejak Liga Indonesia edisi kedua dan mereka sebenarnya diproyeksi main di Singapura

Terbaru

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

Lirik Lagu Klub Liga 1: Sampai Kau Bisa - Anthem PS Sleman

Pengalaman menyaksikan laga kandang PS Sleman selalu menyenanngkan terlebih saat dinyanyikan lagu berjudul Sampai Kau Bisa

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

Resmi, Brian Ferreira Tinggalkan Persela Tanpa Catatan Menit Bermain

Pemain asing asal Argentina, Brian Ferreira memutuskan untuk meninggalkan Persela setelah turun kepastian Liga 1 2021-2022.

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

Presiden Persiraja Pastikan Satu Hal saat Ngopi Bareng Para Pemain Asing

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam mengajak empat pemain asing Laskar Rencong minum kopi bersama, Rabu (5/8/2021).

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

Madura United Bicara Dampak PPKM ke Klub Liga 1 dan Asa Dispensasi dari PT LIB

Jelang kick-off Liga 1 2021-2022, pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, punya permintaan khusus kepada PT LIB.

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

Kapten Borneo FC Merasa Campur Aduk Nantikan Start Liga 1 2021-2022

Kapten Borneo FC, Javlon Guseynov mengungkapkan perasaannya jelang sepak mula Liga 1 2021-2022 pada 20 Agustus mendatang.

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

PODCAST: Setelah Mandek Lebih dari Setahun, Liga 1 2021-2022 Bakal Bergulir 20 Agustus

Penantian panjang hampir berakhir, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1 2021-2022 bakal segera bergulir.

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

Akhiri Latihan Mandiri, Pelatih PSM Makassar Gerak Cepat Menuju Start Liga 1

Pelatih PSM Makassar, Milomir Seslija, langsung bergerak cepat setelah mendengar kabar bahwa Liga 1 2021-2022 .

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

Febri Hariyadi dan Saddil Ramdani Ternyata Punya Kans Besar Gabung Klub Korea Selatan

Agen pemain Edy Syah mengungkapkan sempat ada klub kasta pertama dari Liga Korea Selatan yang menginginkan dua pemain Indonesia

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

Persebaya Kebut Latihan Taktikal, Aji Santoso Ungkap soal Gairah Pemain Bajul Ijo

Persebaya Surabaya optimistis Liga 1 musim baru akan segera dijalankan, sebagaimana diumumkan oleh PSSI dan PT LIB per 20 Agustus 2021

Liga 1

Kamis, 5 Agustus 2021

Meski Persiapan Mepet, Pelatih Bali United Sebut yang Penting Liga 1 Bisa Bergulir

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, tak masalah dengan mepetnya waktu persiapan untuk menghadapi Liga 1 2021-2022.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X